Quote

Seorang paranoid adalah orang yang hanya tahu sedikit mengenai apa yang sedang terjadi sekarang ini

Tampilkan postingan dengan label zat adiktif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zat adiktif. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2016

Ganja


Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana.

Ganja hadir dalam berbagai bentuk. Ganja adalah tembakau hijau-seperti campuran daun. Hasis dan minyak hasis adalah bentuk yang lebih kuat dampaknya dari ganja. Hasis adalah hasil lelehan dari tanaman yang dijual dalam bentuk minyak atau blok kecil hasil pemadatan. Ganja mempunyai beberapa nama populer seperti dele, daun, cimeng, Pot, Weed, dan lain-lain. 

Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai 2 meter. Berdaun menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda (berumah dua). Bunganya kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting. Ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut.
Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap hashish melalui pipa chilam/chillum, dan dengan meminum bhang.

Dampak langsung dari ganja

Ganja memengaruhi penggunanya dengan cara yang berbeda. Beberapa orang mengalami reaksi lebih kuat dari yang lain. Reaksi paling umum yang ditimbulkan oleh ganja adalah kejang-kejang dan mabuk. Ada beberapa efek lain seperti:
  • - Paranoia.
  • - Muntah-muntah.
  • - Kehilangan koordinasi.
  • - Kebingungan.
  • - Meningkatkan nafsu makan.
  • - Mata merah.
  • - Halusinasi.

Dampak jangka panjang

Penelitian telah menunjukkan bahwa ada beberapa dampak yang lebih serius jika ganja dikonsumsi secara rutin. Beberapa efek diantaranya adalah:
  • - Beresiko tinggi terhadap bronkitis, kanker paru-paru dan gangguan pernafasan (ganja berdampak dua kali lebih berat daripada tar dari rokok).
  • - Kehilangan minat untuk melakukan aktivitas, kehilangan tenaga, kebosanan.
  • - Mengganggu daya ingat jangka pendek, pemikiran logis dan koordinasi.
  • - Mengganggu gairah seksual.
  • - Mengurangi jumlah sperma/periode menstruasi yang tidak teratur.
  • - Perilaku gangguan mental hebat.
  • - Merusak sistem kekebalan tubuh. 



Nikotin


Nikotin adalah Alkaloid yang terjadi pada daun tembakau dan diekstrak dari tembakau; itu adalah, cairan berminyak tidak berwarna. Nikotin digunakan sebagai insektisida dan membuat niacin (nicotinic acid). Ini adalah salah satu zat yang paling beracun yang dikenal; bahkan dosis kecil dicerna oleh merokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah, tekanan darah yang meningkat, mual, sakit kepala, dan gangguan pencernaan.
Nikotin adalah alkaloid parasimpatomimetik poten yang ditemukan dalam keluarga nightshade tanaman (Solanaceae) dan obat perangsang. Ini adalah reseptor nicotinic acetylcholine (nAChR) agonis, kecuali pada nAChRα9 dan nAChRα10 dimana ia bertindak sebagai antagonis. Nikotin dibuat dalam akar dan terakumulasi dalam daun dari keluarga tanaman nightshade. Nikotin merupakan sekitar 0,6-3,0% dari berat kering tembakau dan hadir di kisaran 2-7 mg / kg berbagai tanaman pangan. Nikotin berfungsi sebagai bahan kimia anti herbivora.; akibatnya, nikotin secara luas digunakan sebagai insektisida di masa lalu dan analog nikotin seperti imidakloprid saat ini banyak digunakan.
Dalam dosis yang lebih rendah (rata-rata rokok yang menghasilkan sekitar 2 mg nikotin dapat diserap), bertindak sebagai stimulan substansi pada mamalia, sedangkan jumlah tinggi (50-100 mg) bisa berbahaya.efek stimulan ini kemungkinan menjadi faktor utama terhadap sifat ketergantungan bagi perokok tembakau.
Isi nikotin pada rokok merek Amerika yang populer telah perlahan-lahan meningkat selama bertahun-tahun, dan satu studi menemukan bahwa terjadi peningkatan rata-rata 1,78% per tahun antara tahun 1998 dan 2005. Nikotin cair dapat digunakan dalam alat penguap atau rokok elektronik bersama dengan berbagai rasa yang berbeda.

Senin, 18 April 2016

Kafein


Kafein adalah stimulan yang ditemukan secara alami pada biji kopi, daun teh, biji kakao (coklat) dan kacang kola (cola) dan ditambahkan ke minuman ringan, makanan, dan obat-obatan. Kafein terkandung dalam teh atau kopi dalam kadar yang rendah. Kafein berkhasiat menstimulasi susunan syaraf pusat dengan efek menghilangkan rasa lapar, letih, dan mengantuk. Konsumsi yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan.
Berikut adalah beberapa efek negatif yang bisa ditimbulkan oleh kafein:

1. Keracunan Kafein

Keracunan kafein adalah suatu kondisi atau keadaan gelisah akibat terlalu banyak minum kopi atau minuman yang mengandung kafein lainnya.
Rasa gelisah dan bersemangat, gemetar, detak jantung cepat, peningkatan frekuensi buang air kecil, dan terkadang masalah pada sistem pencernaan merupakan kondisi yang menunjukkan overdosis kafein.
Kondisi ini disebabkan oleh dosis kafein yang lebih dari 300 mg. Namun peningkatan toleransi kafein membutuhkan dosis yang lebih banyak dari jumlah tersebut untuk mencapai efek yang sama.
Untuk overdosis kafein yang bisa mematikan, seseorang harus meminum sekitar 80 hingga 100 cangkir kopi dalam jangka waktu tertentu.

2. Kecemasan dan Gangguan Tidur

Asosiasi Psikolog Amerika mengaitkan bentuk tertentu dari kecemasan dan gangguan tidur dengan efek kafein.
Kedua gangguan tersebut merupakan hasil dari asupan kafein dalam jangka panjang sehingga mengganggu tidur dan pola otak normal.
Gejala kecemasan yang disebabkan oleh kafein termasuk diataranya adalah serangan panik dan masalah psikologis lainnya termasuk perilaku obsesif dan skizofrenia.

3. Withdrawal

Kecanduan kafein dapat mengakibatkan gejala withdrawal (gejala kecanduan) jika penggunaan kafein dihentikan. Efek ini dapat berkisar dari ringan sampai parah, termasuk diantaranya adalah sakit kepala, kebingungan, depresi, mual, dan kelelahan.

4. Ulcer dan GERD

Kafein dapat menyebabkan lambung memproduksi asam tambahan sehingga bisa menimbulkan masalah pada saluran pencernaan.
The National Digestive Disease Information Clearinghouse (NDDIC) melaporkan bahwa masalah-masalah saluran gastrointestinal disebabkan oleh kelebihan konsumsi kafein, termasuk ulcer (luka) di lambung dan kerongkongan.
Refluks asam yang naik ke kerongkongan yang keluar dari lambung menyebabkan acid reflux disease, atau dikenal sebagai gastroesophageal reflux disease (GERD).

5. Kafein dan Jantung

Efek kafein terhadap jantung masih dalam penyelidikan. Jika dikonsumsi dalam jumlah moderat, kafein tampaknya tidak memiliki efek positif maupun negatif pada jantung.
Namun, menurut temuan European Society of Cardiology (ESC), peminum kopi berat menunjukkan peningkatan tekanan darah yang dikaitkan dengan penyakit jantung dan meningkatnya risiko serangan jantung atau stroke.
Temuan ESC juga menunjukkan bahwa peminum kopi berat rentan mengalami jantung berdebar-debar dan kelelahan, serta peningkatan risiko serangan jantung dan stroke di kemudian hari.
Risiko ini semakin besar  jika diet mereka rendah lemak sehat dan biji-bijian, dan konsumsi akan lemak jenuh dari daging merah dan produk susu relatif tinggi

Jumat, 15 April 2016

Alkohol



Minuman Alkohol : mengandung etanol etil alkohol, Etanol adalah bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran dan berpengaruh menekan susunan saraf pusat, serta sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari – hari dalam kebudayaan tertentu. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Ada 3 golongan minuman beralkohol :
a. Golongan A : kadar etanol 1 – 5 % ( Bir ).
b. Golongan B : kadar etanol 5 – 20 % ( Berbagai minuman anggur )
c. Golongan C : kadar etanol 20 – 45 % ( Whisky, Vodca, Manson House, Johny Walker ).



Efek yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi minuman keras-alkohol dapat dirasakan segera dalam waktu beberapa menit saja, tetapi efeknya berbeda-beda, tergantung dari jumlah / kadar alkohol yang dikonsumsi. Dalam jumlah yang kecil, alkohol menimbulkan perasaan relax, dan pengguna akan lebih mudah mengekspresikan emosi, seperti rasa senang, rasa sedih dan kemarahan.

Bila dikonsumsi berlebihan, akan muncul efek sebagai berikut: merasa lebih bebas lagi mengekspresikan diri, tanpa ada perasaan terhambat menjadi lebih emosional (sedih, senang, marah secara berlebihan) muncul akibat ke fungsi fisik - motorik, yaitu bicara cadel, pandangan menjadi kabur, sempoyongan, inkoordinasi motorik dan bisa sampai tidak sadarkan diri. kemampuan mental mengalami hambatan, yaitu gangguan untuk memusatkan perhatian dan daya ingat terganggu.

Pengguna biasanya merasa dapat mengendalikan diri dan mengontrol tingkahlakunya. Pada kenyataannya mereka tidak mampu mengendalikan diri seperti yang mereka sangka mereka bisa. Oleh sebab itu banyak ditemukan kecelakaan mobil yang disebabkan karena mengendarai mobil dalam keadaan mabuk.
Pemabuk atau pengguna alkohol yang berat dapat terancam masalah kesehatan yang serius seperti radang usus, penyakit liver, dan kerusakan otak. Kadang-kadang alkohol digunakan dengan kombinasi obat - obatan berbahaya lainnya, sehingga efeknya jadi berlipat ganda. Bila ini terjadi, efek keracunan dari penggunaan kombinasi akan lebih buruk lagi dan kemungkinan mengalami over dosis akan lebih besar.

Mereka yang sudah ketagihan biasanya mengalami suatu gejala yang disebut sindrom putus alkohol, yaitu rasa takut diberhentikan minum alkohol. Mereka akan sering gemetar dan jantung berdebar-debar, cemas, gelisah, murung, dan banyak berhalusinasi.
Diberdayakan oleh Blogger.